 | WADAH BERKUMPULNYA ALUMNI SMAN 1 SOLO MARGOYUDAN ANGKATAN 77 | Jul 20, 2008 |
Suatu rahmat yang perlu di syukuri, bahwa Kasmaji 77 telah memiliki web sebagai media komunikasi kita. Faedah web sangat berguna bagi kita disaat kita membutuhkan informasi yang berkaitan dengan tujuan dibukanya suatu http. Hal ini tidak terlepas dari era keterbukaan yang berarti runtuhnya batas-batas kebebasan berkomunikasi melalui jaringan internet. Baik waktu,tempat bisa setiap saat berita aktual tersebut dapat diakses. Untuk itu, saya mengimbau kawan-kawan ikut berpartisi dalam membangun jejaring Kasmaji 77 dengan memberikan masukan-masukan konstruktif baik pengalaman kita semasa SMA, tulisan-tulisan intermezo dan lain-lain sebagai obat rindu satu sama lain. Selamat bereuni di SOLO - KASMAJI77 tanggal 23-9-09, di ndalem Mloyokusuman Baluwarti solo, rumah mas Resi, mudah2an rame , gayeng , saling kangen di acara KUMPUL & KANGEN ....., hari ini yang dari luar kota sudah datang dan sudah memberitahukan kedatangannya, ayo silahkan ikuti laporan selanjutnya SEGENAP PENGELOLA dan ADMIN KASAMAJI 77 , Mengucapkan : SELAMAT IDUL FITRI 1430 H, MOHON MAAF LAHIR BATHIN SAMBUTAN WALIKOTA SOLO
Saat-saat semasa SMA merupakan saat-saat yang indah, memberikan kenangan dan kesan tak terlupakan.
Namun jika saat-saat itu telah berlalu, maka reuni menjadi sarana untuk kembali berkumpul, kangen-kangenan, bernostalgia, mengenang kembali saat-saat suka dan duka ketika tumbuh bersama seatap sekolah.
Dalam kehidupan sosial, reuni menjadi bermakna karena menjalin kembali tali silaturahmi yang selama ini sempat terputus, karena kesibukan masing-masing maupun perbedaan arah kehidupan yang dijalani. Reuni pun bisa menjadi ajang saling membantu antar-alumni maupun membantu guru dan sekolah, serta memperluas jejaring, seperti yang juga telah diperankan dengan baik oleh Kasmaji (Keluarga Alumni SMA I Solo).
Selamat bereuni untuk para alumni dan keluarga besar SMA I Solo.
Surakarta, 20 September 2009
Jokowi Walikota Solo  |  | Reuni kecil sambil pertemuan membicarakan reuni tahunan yang akan dilaksanakan di solo tgl 23 September 2009, di ndalem mloyosuman, dihadiri sekitar 35 orang |
Akan diadakan reuni tahunan di Solo pada tanggal Rabu 23 September 2009 [ H+3] Jam 19.00 sampai selesai, akan dihidangkan masakan-masakan langka khas solo yang jarang ada, serta hiburan musik , di nDalem Mloyokusuman Baluarti no 7 [ Rumah mas Resi "Kuntul" Palguno], Mohon kiranya ex SMAN 1 Solo Margoyudan dimanapun berada , dapat mendaftarkan di kasmaji77@yahoo.com , mari kita temu kangen dari semua kalangan , kembali ke 30an th yang lalu, tanpa memandang jabatan, kekayaan , kita sama-sama seperti 30an tahun yang lalu yang tidak punya apa-apa, hanya pertemanan dan keakraban diusia yang setengah abad ini. Marilah kita sukseskan acara ini, dari kita untuk kita.  |  | Sebagian foto Reuni KASMAJI 77 Tgl 24 April 2009 , di Resto Miranda Kuningan , |
Oleh : Yoppy Martha Aditya PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Seorang teman saya yang bekerja pada sebuah perusahaan asing, di PHK akhir tahun lalu. Penyebabnya adalah kesalahan menerapkan dosis pengolahan limbah, yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kesalahan ini terkuak ketika seorang pakar limbah dari suatu negara Eropa mengawasi secara langsung proses pengolahan limbah yang selama itu dianggap selalu gagal.
Pasalnya adalah, takaran timbang yang dipakai dalam buku petunjuknya menggunakan satuan pound dan ounce. Kesalahan fatal muncul karena yang bersangkutan mengartikan 1 pound = 0,5 kg. dan 1 ounce (ons) = 100 gram, sesuai pelajaran yang ia terima dari sekolah. Sebelum PHK dijatuhkan, teman saya diberi tenggang waktu 7 hari untuk membela diri dgn. cara menunjukkan acuan ilmiah yang menyatakan 1 ounce (ons) = 100 g.
Usaha maksimum yang dilakukan hanya bisa menunjukkan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang mengartikan ons (bukan ditulis ounce) adalah satuan berat senilai 1/10 kilogram. Acuan lain termasuk tabel-tabel konversi yang berlaku sah atau dikenal secara internasional tidak bisa ditemukan.
SALAH KAPRAH YANG TURUN-TEMURUN.
Prihatin dan penasaran atas kasus diatas, saya mencoba menanyakan hal ini kepada lembaga yang paling berwenang atas sistem takar-timbang dan ukur di Indonesia, yaitu Direktorat Metrologi . Ternyata, pihak Dir. Metrologi-pun telah lama melarang pemakaian satuan ons untuk ekivalen 100 gram.
Mereka justru mengharuskan pemakaian satuan yang termasuk dalam Sistem Internasional (metrik) yang diberlakukan resmi di Indonesia. Untuk ukuran berat, satuannya adalah gram dan kelipatannya. Satuan Ons bukanlah bagian dari sistem metrik ini dan untuk menghilangkan kebiasaan memakai satuan ons ini, Direktorat Metrologi sejak lama telah memusnahkan semua anak timbangan (bandul atau timbal) yang bertulisan "ons" dan "pound".
Lepas dari adanya kebiasaan kita mengatakan 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram, ternyata tidak pernah ada acuan sistem takar-timbang legal atau pengakuan internasional atas satuan ons yang nilainya setara dengan 100 gram. Dan dalam sistem timbangan legal yang diakui dunia internasional, tidak pernah dikenal adanya satuan ONS khusus Indonesia. Jadi, hal ini adalah suatu kesalahan yang diwariskan turun-temurun. Sampai kapan mau dipertahankan ?
BAGAIMANA KESALAHAN DIAJARKAN SECARA RESMI ?
Saya sendiri pernah menerima pengajaran salah ini ketika masih di bangku sekolah dasar. Namun, ketika saya memasuki dunia kerja nyata, kebiasaan salah yang nyata-nyata diajarkan itu harus dibuang jauh karena akan menyesatkan.
Beberapa sekolah telah saya datangi untuk melihat sejauh mana penyadaran akan penggunaan sistem takar-timbang yang benar dan sah dikemas dalam materi pelajaran secara benar, dan bagaimana para murid (anak-anak kita) menerapkan dalam hidup sehari-hari. Sungguh memprihatinkan. Semua sekolah mengajarkan bahwa 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram, dan anak-anak kita pun menggunakannya dalam kegiatan sehari-hari. "Racun" ini sudah tertanam didalam otak anak kita sejak usia dini.
Dari para guru, saya mendapatkan penjelasan bahwa semua buku pegangan yang diwajibkan atau disarankan oleh Departemen Pendidikan Indonesia mengajarkan seperti itu. Karena itu, tidaklah mungkin bagi para guru untuk melakukan koreksi selama Dep. Pendidikan belum merubah atau memberi-kan petunjuk resmi.
TANGGUNG JAWAB SIAPA ?
Maka, bila terjadi kasus-kasus serupa diatas, Departemen Pendidikan kita jangan lepas tangan. Tunjukkanlah kepada masyarakat kita terutama kepada para guru yang mengajarkan kesalahan ini, salah satu alasannya agar tidak menjadi beban psikologis bagi mereka ;
"acuan sistem timbang legal yang mana yang pernah diakui / diberlakukan secara internasional , yang menyatakan bahwa :
1 ons adalah 100 gram, 1 pound adalah 500 gram."?
Kalau Dep. Pendidikan tidak bisa menunjukkan acuannya, mengapa hal ini diajarkan secara resmi di sekolah sampai sekarang ?
Pernahkan Dep. Pendidikan menelusuri, dinegara mana saja selain Indonesia berlaku konversi 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram ?
Patut dipertanyakan pula, bagaimana tanggung jawab para penerbit buku pegangan sekolah yang melestarikan kesalahan ini ?
Kalau Dep. Pendidikan mau mempertahankan satuan ons yang keliru ini, sementara pemerintah sendiri melalui Direktorat Metrologi melarang pemakaian satuan "ons" dalam transaksi legal, maka konsekwensinya ialah harus dibuat sistem baru timbangan Indonesia (versi Depdiknas).. Sistem baru inipun harus diakui lebih dulu oleh dunia internasional sebelum diajarkan kepada anak-anak. Perlukah adanya sistem timbangan Indonesia yang konversinya adalah 1 ons (Depdiknas) = 100 gram dan 1 pound (Depdiknas) = 500 gram. ? Bagaimana "Ons dan Pound (Depdiknas)" ini dimasukkan dalam sistem metrik yang sudah baku diseluruh dunia ? Siapa yang mau pakai ?.
HENTIKAN SEGERA KESALAHAN INI.
Contoh kasus diatas hanyalah satu diantara sekian banyak problema yang merupakan akibat atau korban kesalahan pendidikan. Saya yakin masih banyak kasus-kasus senada yang terjadi, tetapi tidak kita dengar. Salah satu contoh kecil ialah, banyak sekali ibu-ibu yang mempraktekkan resep kue dari buku luar negeri tidak berhasil tanpa diketahui dimana kesalahannya.
Karena ini kesalahan pendidikan, masalah ini sebenarnya merupakan masalah nasional pendidikan kita yang mau tidak mau harus segera dihentikan.
Departemen Pendidikan tidak perlu malu dan basa-basi diplomatis mengenai hal ini. Mari kita pikirkan dampaknya bagi masa depan anak-anak Indonesia. Berikan teladan kepada bangsa ini untuk tidak malu memperbaiki kesalahan.
Sekalipun hanya untuk pelajaran di sekolah, dalam hal Takar-Timbang- Ukur, Dep. Pendidikan tidak memiliki supremasi sedikitpun terhadap Direktorat Metrologi sebagai lembaga yang paling berwenang di Indonesia. Mari kita ikuti satu acuan saja, yaitu Direktorat Metrologi.
Era Globalisasi tidak mungkin kita hindari, dan karena itu anak-anak kita harus dipersiapkan dengan benar. Benar dalam arti landasannya, prosesnya, materinya maupun arah pendidikannya. Mengejar ketertinggalan dalam hal kualitas SDM negara tetangga saja sudah merupakan upaya yang sangat berat.
Janganlah malah diperberat dengan pelajaran sampah yang justru bakal menyesatkan. Didiklah anak-anak kita untuk mengenal dan mengikuti aturan dan standar yang berlaku SAH dan DIAKUI secara internasional, bukan hanya yang rekayasa lokal saja. Jangan ada lagi korban akibat pendidikan yang salah. Kita lihat yang nyata saja, berapa banyak TKI diluar negeri yang berarti harus mengikuti acuan yang berlaku secara internasional.
Anak-anak kita memiliki HAK untuk mendapatkan pendidikan yang benar sebagai upaya mempersiapkan diri menyongsong masa depannya yang akan penuh dengan tantangan berat.
ACUAN MANA YANG BENAR ?
Banyak sekali literatur, khususnya yang dipakai dalam dunia tehnik, dan juga ensiklopedi ternama seperti Britannica, Oxford, dll. (maaf, ini bukan promosi) menyajikan tabel-tabel konversi yang tidak perlu diragukan lagi.
Selain pada buku literatur, tabel-tabel konversi semacam itu dapat dijumpai dengan mudah di-dalam buku harian / diary/agenda yang biasanya diberikan oleh toko atau produsen suatu produk sebagai sarana promosi.
Salah satu konversi untuk satuan berat yang umum dipakai SAH secara internasional adalah sistem avoirdupois / avdp. (baca : averdupoiz).
1 ounce/ons/onza = 28,35 gram (bukan 100 g.)
1 pound = 453 gram (bukan 500 g.)
1 pound = 16 ounce (bukan 5 ons)
Bayangkan saja, bagaimana jadinya kalau seorang apoteker meracik resep obat yang seharusnya hanya diberi 28 gram, namun diberi 100 gram. Apakah kesalahan semacam ini bisa di kategorikan sebagai malapraktek ? Pelajarannya memang begitu, kalau murid tidak mengerti, dihukum !!! Jadi, kalau malapraktik, logikanya adalah tanggung jawab yang mengajarkan. (ini hanya gambaran / ilustrasi salah satu akibat yang bisa ditimbulkan, bukan kejadian sebenarnya, tetapi dalam bidang lain banyak sekali terjadi)
KALAU BUKAN KITA YANG MENYELAMATKAN - LALU SIAPA ?.
Melalui tulisan ini saya ingin mengajak semua kalangan, baik kalangan pemerintah, akademis, profesi, bisnis / pedagang, sekolah dan orang tua dan juga yang lainnya untuk ikut serta mendukung penghapusan satuan "ons dan pound yang keliru" dari kegiatan kita sehari-hari. Pengajaran sistem timbang dgn. satuan Ounce dan Pound seharusnya diberikan sebagai pengetahuan disertai kejelasan asal-usul serta rumus konversi yang benar. Hal ini untuk membuang kebiasaan salah yang telah melekat dalam kebiasaan kita, yang bisa mencelakakan / menyesatkan anak-anak kita, generasi penerus bangsa ini.
 |  | Kesibukan di Ibukota membuat penghuninya susah untuk bertemu satu dengan lainnya, kadang kala untuk mengumpulkan beberapa rekan untuk bertemu sangat susah, oleh sebab itu pada beberapa kesempatan KASMAJI77 secara spontan via milis untuk ngopi bareng di suatu tempat, maka walaupun hanya beberapa rekan yang datang , sudah dapat mengobati kerinduan diantara kita, yang akhirnya setiap pertemuan akan ketemu rekan yang berbeda, nah inilah keunikannya. dalam foto ada 2 pertemuan ngopi bareng dengan rekan yang berbeda. |
Berkumpulnya angkatan 77 di solo, setelah 31 tahun tidak bertemu... 
 Dari beberapa usulan rekan-rekan kasmaji angkatan 77 , selain berkumpul pada H+2 (bahkan kalau perlu sehari penuh), banyak yang mengusulkan adanya bakti sosial ke bekas sekolah kita tercinta di Margoyudan, terutama bantuan kepada bekas guru-guru kita, mohon kiranya bagi rekan-rekan alumnus angkatan 77 dapat menhubungi mBak Genuk ( Sestri ) , yang selalu siap sedia menerima pengumpulan dana untuk acara di solo ini....mudah-mudahan pada acara pertemuan ini dapat mengobati rasa kangen untuk selalu berhubungan antara kita semua, salam. Tidak terasa kita akan bertemu lagi di bulan puasa, berarti kita sudah diberi kesempatan oleh Allah SWT, untuk dipanjangkan umur sehingga dapat melaksanakan kembali puasa dan segala ritualnya, bulan puasa adalah bulan yang penuh berkah, oleh sebab itu segala daya upaya kita kerahkan untuk all out beribadah, karena kesempatan ini hanya datang sekali setahun, apakah kita akan mengalaminya lagi tahun depan ? ...... sebelum berpuasa , seperti kebiasaan , saya mohon maaf sebesar-besarnya bila ada kesalahan yang disengaja maupun tidak, mudah-mudahan rekan-rekan dapat memafkannya.............sekali lagi selamat berpuasa. di interview mbak Genuk te  ntang konsep ekonomi yang cocok untuk Bangsa Indonesia. Menurut pengamatan Genuk, Budiman anak muda beraliran Sosialisme berimbang.Artinya sistem perekonomian yang cocok diterapkan di negara berkembang adalah Sosialisme yang membentuk Equilibrium antara sebagaian berorientasi kapital dan kemakmurannya di tujukan untuk kesejahteraan rakyat. atau NEO-SOSIALISME..... Alhamdulillah milis KASMAJI77SOLO makin ramai, makin gayeng, ternyata rekan-rekan angkatan 77 antusias dengan adanya milis ini, paling tidak komunikasi dengan semua satu angkatan terjalin kembali , yang sudah lama tidak saling sapa sekarang hampir tiap hari dapat kabar, mudah-mudah tali silaturahmi makin erat. Setelah ketemu temen-temen dalam reuni di Dapur Sunda Jakarta yang cukup semarak, saya setelah itu berkesempatan pulang Solo dalam rangka yah apalagi kalau bukan mau memanjakan lidah yang hampir satu tahun ini tidak saya lakukan. Artinya semenjak lebaran saya belum sempat pulang ke Solo, dan baru pada akhir juli yang lalu alhamdulillah ada kesempatan untuk itu. Pagi-pagi di kota Solo cukup dingin, tentunya dibanding Jakarta atau Jabotabek, pas saya sedang nglencer naik becak menuju Manahan, saya lihat ada orang jual panganan di pinggir jalan tulisannya : Jual Bolang-baling dan Cakue. Saya geram membaca tulisan itu masalahnya yang di jual itu Gembukan dan Janggelut. Kenapa nama yang sudah baku di Solo sejak jaman dulu kala sekarang berubah. Apa yang jual bukan orang Solo ? Apa dia memang tidak kenal nama Gembukan dan janggelut Walau dia orang Solo ? Apa dia malu nyebut gembukan dan Janggelut ? Sambil duduk di becak yang pelan-pelan melalui orang jualan itu saya termenung tidak habis pikir. Saya berjanji dalam hati kapan-kapan kalo lewat lagi akan saya tegur penjualnya dan saya suruh merubah tulisannya. Bagaimana kalo dia jual Untir-Untir ? mau dirubah nama jadi apa ? Sedikit hati ini terobati setelah saya sampai di Manahan dan langsung menyantap Pecel Ndeso, lengkap dengan Gembrotnya. Ketika saya iseng tanya namanya, si mbok bakul bilang ya gembrot, syukur namanya tidak berubah dan tidak dirubah menjadi lebih intelek atau lebih keren. Biarlah Gembrot walau jelek namanya tapi rasanya hmmm. Tapi jangan sampai kebanyakan makan gembrot karena kalau buang angin, wah baunya luar biasa maklum itu gembrot bahannya dari daun sembukan. Makanan yang populair masih banyak kita temukan di beberapa tempat di Solo misalnya Cabuk Rambak, Sate Kere, Timlo, Sego Liwet, Sego Kare, Garang Asem, Selat, Tahu Kupat, Tahu Acar, Gudeg, Bubur Nenjongan, Tengkleng, Tongseng, Soto Kwali, dsb. Ada juga makanan jenis lauk seperti Bongko, Botok, Tahu/Tempe Bacem, Gudangan, Sambel Tumpang, Tempe Gembus dsb. Kemudian jenis panganan seperti Sosis, Apem, Cucur, Cenil, Sawut, Nogo Sari, Grontol, Tiwul, Lemper, Arem-arem, Ketan Bubuk/Juruh, Coro Bikan, Serabi, Getuk, Onde-onde Gandum, Onde-onde Kumbu, Onde-onde Ceplus, Klepon, Blanggreng, Limpung, Jadah dsb. Juga Jenis Minuman seperti Wedang Ronde, Wedang Jahe, Wedang Kacang, Susu Segar, Es Puter, Beras Kencur, Kunyit Asem dsb. Untuk oleh-oleh pastilah kita mengenal Abon, Usus Goreng, Paru, Rambak Petis, Intip, Roti Mandarijn, dsb. Ada beberapa makanan yang agak langka tapi bisa ditemukan satu dua penjual misalnya Brambang Asem ( dari daun Jlegor bukan Kangkung ), Lotek, Semar Mendem, Ayam Panggang, Lento, Pelas, Sate Koyor (bukan sate kere), Mie Goreng (pakenya mie kolor), Moto Maling, Roti Semir dsb. Yang saya masih penasaran yaitu mencari makanan yang sudah langka, nah tolong teman-teman kalo menemukan penjual makanan ini beritahu saya. Contohnya Ledre Intip, dulu 30 tahun yang lalu banyak di jual di depan/samping bioskop UP. Klatak dan Godril dulu banyak di jual di pasar, Nasi Krawu, sebetulnya jenis ini gampang bikinnya yaitu dari intipnya nasi yang masih di dandang (bukan yang untuk ngukus ), langsung di campur santan dan sedikit garam, dimakan hangat-hangat rasanya hmm nikmat. Rondo Royal, tape goreng yang dalamnya ada isi macam-macam seperti coklat, sele dsb. Dulu adanya di depan Stasiun Balapan. Uceng Goreng, kalau yang wader goreng masih ada yang jual. Kalau dirumah nenek di Karang anyar, Laron goreng pun di jual orang. Rasanya guriih banguet. Sekarang kok tidak ada yang jual. Apa yang saya sampaikan di atas, sebetulnya untuk mengingatkan kepada kita semua betapa beragamnya makanan Asli Solo dan sekitarnya ( ex Karisidenan Surakarta ), yang wajib kita lestarikan bersama baik dari Jenis makannannya, Namanya dan Taste atau rasanya jangan sampai hilang maupun berubah. Sebetulnya dulu Lurah Solo yaitu mas Asngat, kalau ada temen-temen yang ke Solo selalu diantar kemana-mana untuk menikmati makannan Solo, wah kita semua terima kasih banget, tapi karena sekarang mas Asngat banyak sibuk di Jakarta, ya kalau ada temen ke solo malah mas Asngat nya di Jakarta. Kalau Kasmaji angkatan di atas kita di Solo bisa ikut melestarikan budaya wayang, bagaimana kalau kasmaji77 ikut melestarikan budaya Kulinernya yang tidak hanya terkenal enak tapi uenak buanget itu. Biar Solo menjadi Pusat Wisata Kuliner yang terlengkap dan ter enak. Salam Samsi Gunadi.
TASIKA Titian Menuju Muara Hati (Kisah gadis desa penuh dendam kepada “sang waktu” dianggap tidak adil. Pergolakan bathin terjadi, hingga akhirnya ia menemukan titian untuk pulang ke muara hati). Novel Terbaru Karya F. Sestri Rahardjo (Genuk) SMA1 angkatan 77 Beredar di Toko Buku Gramedia.   |  | Ini salah satu pertemuan angkatan 77, pada maret 2008 , dari beberapa kali pertemuan, foto-foto ini kontribusi dari Genuk |
 | BUKU TAMU ..... MONGGO DIPUN ISI | |
 | Salam kagem konco-konco ingkang wonten milis puniko derek tumut bingah lan menawi bade ningali data base emailKasmaji77 kados pundi caranipun, saking djoko Wiyono 3B-5 |
 | salam semua......................... |
 |
andreasehs wrote on Jun 20, '10, edited on Jun 20, '10 Andreas Erlaut HS (andreas_ehs@yahoo.com/andreas.ehs@id.schneider-electric.com)....salam untuk Mas Hartoyo ....(temen sebangku) |
 | selamat kasmaji77 jakarta, reuni rutin...asiik, sukses selalu.amin. nuwun |
 | Mbak dan Mas yth, Dimohon kesediaannya untuk mengisi database alumni di www.sma1solo.net Terima kasih |
 | Wah, inggih mas nyuwun pangapunten mboten saget nderek reuni amargi mboten wonten ingkang konfirmasi. mbenjang menawi wonten acara malih mugi2 saget merlokaken. Kados pundi acaranipun punopo rame, punopo taksih kemutan konco2 rumiyin? ningali foto2 nipun sampun remen, nanging sampun pangling sedoyo. Matur nuwun, salam |
 | hehehe nuwun inggih nah meniko leres, panjenengan asmanipun sinten, lha kok mboten rawuh, pun tenggo rencang2, biasa pertemuan tigang wulanan, monggo nglempak wonten milis kasmaji77 yahoo groups lan wonten fb |
 | Wahh menawi mekaten leres kawulo angkatan 77, ingkang kemutan gadah rencang asmanipun mas Herry, dalemipun Kauman. Mireng2 benjang tanggal 24 April 2009 wonten reuni ing restoran Miranda Menteng, punopo leres, matur nuwun. |
 | @d77emeq : menawi panjenengan mlebet th 1975 medalipun saking sma1 th 1977, nah panjenengan meniko angkatan 77, nyuwun sewu kolo klas 3 wonten klas pundi, B penten utawi A pinten, sumonggo, |
 | Mas, kulo meniko bingung, katah ingkang sampun kepareng ngintun komentar/surat, nanging kok mboten wonten ingkang tepang. Kulo piyambak mlebet sman 1 tahun 75, janipun kulo meniko angkatan tahun pinten mas. Matur nuwun |
 | Terima kasih rekan-rekan yang sudah sudi mampir disini, buat rekan2 ex SMA1 solo ANGKATAN 77 yang ingin bergabung bersama di milis KASMAJI77 maupun di NEWS GROUPS di FACE BOOK, saat ini sudah berkumpul sekitar 50 orang aktif saling kabar kabari, dapat mengirimkan email dan daftar di kasmaji77@yahoo.com , kami tunggu |
 | wah, betul2 surprise kasmaji 77 menjadikan alam pikiran saya kembali kepada fitrah saya sebagai seorang jawa tulen, setelah sekian lama hidup saya berada di Sumatera, mas ismi atau siapa saja yang tahu alamat Yanuar ishak B5 alumni IPB mohon dikirim ke budi_kembar@yahoo.com |
 | Sebulan yang lalu, ada reuni di solo, saya mohon maaf kepada temen-temen karena ngak hadir, padahal saya sudah ngimpiin acara itu, apa daya keluarga besar ada pertemuan di Tawangmangu, ngak bisa ditinggal. Apalagi cerita mbak genuk ada Bu Sumiyati, guru kimia, dan walikelas II B 1 - III B 1. Tolong kepada teman-teman yang punya nomor kontak beliau dan alamatnya, kasih tahu saya, karena saya punya memori tersendiri selama menjadi muridnya dan walikelas. Kirim email : kusnindar_09@yahoo.co.id. Terimakasih |
 | waktu reuni di solo, dateng terlambat +/- jam 20.30. tapi cukup surprise banyak temen2 yg sdh 30 th baru ketemu.. waah kita sdh hampir masuk era manula. dgn ada blog ini syukur pada nongol, (termasuk saya.) tolong ada data kolekting teman2 tiap kelas [alamatnya].. mungkin mas asngad data temen punya di up load yaa..ok setuuju. mbak genuk.? krn jumlahnya cukup banyak per kelas sekitar 35 orang. dan saya ingat temen kita sudah ada yg 'seda/meninggal' sdr.alm. Dr. Azaheri Agus Salim Sp.A (B5) dan alm, Ir, Sutarto Widodo (B1 ?). Semoga diterima segala amal baiknya, amin. salam semua. |
 | Reuni tgl 3 Oktober 2008 di Solo, mengesankan dan mengharukan dapat bersilaurahmi dengan mantan-mantan guru kita anl, ibu Sum, Bp. John dan Bp. Slamet yang uniq dengan ganti2....ganti2 padahal kita waktu itu belum sempat menjawab......temu rindu yang mengasyikan.
|
 | insyaallah.. saya + isteri ikut meramaikan millis kasmaji77. selamat dan saluut buat konco2 yang aktif seksi repot, semoga sampai manula tetap kompak. jadi conto anak cucu kita. amin ( praptomo b5 - nanik b4) |
 | Matur nuwun mas Prapto sampun mampir wonten mriki, panjenengan sampun APPROVED wonten milis KASMAJI77, selamat bergabung....... |
 | Asswrwb mas dan mbak ingkang kagungan foto kolo reuni wonten dapur sunda, nyuwun tulung dipun shareing dumateng dalem . Matur nuwun sakderengipun |
 | ASSWRWB kONCO KONCO MAU MINTA PERSETUJUAN BAGAIMANA KALU PERTEMUAN DISOLO H+3 KARENA AKU PULANG BARU PADA HARI H. MATUR NUWUN PENGERTIANNYA |
 | Mulai hari ini saya akan bergabung dengan millis kasmaji77 |
| |